Jumat, 06 Januari 2012

Peran Masjid Dalam Sosialisasi Ekonomi Syari’ah

Mesjid adalah tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis untuk kemajuan peradaban ummat Islam. Sejarah telah membuktikan multi fungsi peranan mesjid tersebut. Mesjid bukan saja tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pengajian keagamaan, pendidikan, militer dan fungsi-fungsi sosial-ekonomi lainnya.
Rasulullah Muhammad SAW pun telah mencontohkan multifungsi mesjid dalam membina dan mengurusi seluruh kepentingan umat, baik di bidang ekonomi, politik, sosial , pendidikan, militer, dan lain sebagainya..
Sejarah juga mencatat, bahwa masjid Nabawi oleh Rasulullah SAW difungsikan sebagai (1) pusat ibadah, (2) pusat pendidikan dan pengajaran, (3) pusat penyelesaian problematika umat dalam aspek hukum (peradilan) (4). pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui Baitul Mal (ZISWAF). (5) pusat informasi Islam, (6) Bahkan pernah sebagai pusat pelatihan militer dan urusan-urusan pemerintahan Rasulullah. Masih banyak fungsi masjid yang lain. Singkatnya, pada zaman Rasulullah, masjid dijadikan sebagai pusat peradaban Islam.
Masjid merupakan tempat disemaikannya segala sesuatu yang bernilai kebajikan dan kemaslahatan umat, baik yang berdimensi ukhrawi maupun duniawi dalam sebuah garis kebijakan manajemen mesjid. Namun dalam kenyataannya, fungsi masjid yang berdimensi duniawiyah kurang memiliki peran yang maksimal dalam pembangunan umat dan peradaban Islam.
Ekonomi Pilar Peradaban
Salah satu pilar kemajuan peradaban Islam adalah amwal (wealth) atau ekonomi. Dalam hal ini, Ibnu Khaldun mengatakan “Ekonomi adalah tiang dan pilar paling penting untuk membangun peradaban Islam (Imarah). Tanpa kemapanan ekonomi,m kejayaan Islam sulit dicapai bahkan tak mungkin diwujudkan. Ekonomi penting untuk membangun negara dan menciptakan kesejahteraan umat. (Ringkasan dari Muqaddimah Ibnu Khaldun, Bab 3,4 dan 5)
Al-Ghazali, Asy-Syatibi dan seluruh ulama ushul yang membahas maqashid syari’ah, senantiasa memasukkan amwal sebagai pilar maqashid. Shah Waliullah Ad-Dahlawy, ulama terkemuka dari India, (1703-1762).berkata, “Kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk suatu kehidupan yang baik. Tingkat kesejahteraan ekonomi sangat menentukan tingkat kehidupan. Seseorang semakin tinggi tingkat kesejahteraan ekonominya, akan semakin mudah untuk mencapai kehidupan yang lebih baik (hayatan thayyibah)
Para ulama Islam sepanjang sejarah, khususnya sampai abad 10 Hijriyah senantiasa melakukan kajian ekonomi Islam. Karena itu kitab-kitab Islam tentang muamalah (ekonomi Islam) sangat banyak dan berlimpah. Para ulama tidak pernah mengabaikan kajian muamalah dalam kitab-kitab fikih mereka dan dalam halaqah (pengajian-pengajian) keislaman mereka. Tetapi kini terjadi keanehan yang luar biasa, kajian-kajian ekonomi Islam jarang sekali di mesjid-mesjid.
Tradisi keilmuwan ekonomi yang eksis di masa silam, harus dihidupkan kembali di mesjid-mesjid, agar fungsi mesjid sebagaimana zaman Rasulullah dapat diwujudkan kembali.
Masalah Nazir Mesjid
Banyak problem mismanajemen dalam memakmurkan mesjid yang terjadi saat ini. Salah satu penyebab terjadinya mismanajemen tersebut adalah pengurus mesjid (nazir mesjid) yag tidak memiliki kapabilitas dan berwawasan sempit dalam beragama.
Padahal nazir mesjid, khususnya yang membidangi dakwah, sangat menentukan untuk kebangkitan kembali peradaban Islam seperti masa lampau. Nazir mesjid sangat menentukan maju-mundurnya umat Islam. Nazir mesjid yang berwawasan sempit yang memandang agama Islam sebatas ibadah dan aqidah hanya tertarik dengan kajian spiritual belaka, sehingga mereka mengundang para ustaz yang ahli fiqih ibadah dan ahli teologi/sufistik saja. Nazir mesjid sangat jarang (kalau tak ingin mengatakan tak pernah sama sekali) memilih materi ekonomi Islam yang ruang lingkupnya sangat luas. Padahal mengkaji ekonomi syariah hukumnya wajib.
Menurut Husein Shahhatah, dalam bidang muamalah maliyah ini, seorang muslim berkewajiban memahami bagaimana ia bermuamalah sebagai kepatuhan kepada syari’ah Allah. Jika ia tidak memahami muamalah maliyah ini, maka ia akan terperosok kepada sesuatu yang diharamkan atau syubhat, tanpa ia sadari. (Buku Al-Iltizam bith-Thawabith asy-Syar’iyah fil Muamalat al-Maliyah,Mesir, 2002)I
Selama ini materi ceramah dalam pengajian rutin berkisar di seputar tauhid,tasawuf, fiqh, keluarga sakinah, akhlak dan adapula yang secara khusus mengkaji tafsir atau hadits. Namun sangat jarang membahas kajian muamalah (ekonomi Islam). Padahal ekonomi Islam adalah bagian penting dari ajaran Islam. Masalah ekonomi adalah masalah paling urgen (dharury). Para ulama masa lampau tak pernah mengabaikan kajian muamalah (ekonomi Islam). Hal itu bisa dibuktikan dalam kitab-kitab hasil karya mereka. Ekonomi Islam bukan saja menjadi pilar dan rukun kemajuan Islam, tetapi juga merupakan fardhu ’ain untuk diketahui setiap muslim.(Husein Sahhatah)
Nazir mesjid yang cerdas dan ingin akan kebangkitan Islam, akan menjadikan materi ekonomi Islam sebagai salah satu materi kajian dalam pengajian agama di mesjid, baik dalam pengajian rutin atau tabligh keagamaan maupun dalam khutbah jum’at.

Dampak mengabaikan kajian muamalah
Akibat nazir mesjid tidak mengundang penceramah yang ahli ekonomi Islam, maka tingkat pengetahuan umat Islam tentang muamalah sangat rendah, sehingga aktivitas perekonomian yang mereka jalankan dalam mencari nafkah banyak yang bertentangan dengan syariah Allah, seperti riba, gharar, maysir, haram dan batil. Akibat lainnya, umat Islam tetap terpuruk dalam kemiskinan dan keterbelakangan.
Akibat nihilnya kajian ekonomi Islam di mesjid-mesjid, maka umat Islam banyak yang tidak mengetahui konsep-konsep ekonomi Islam. Misalnya, mekanisme mudharabah dan keunggulannya, sehingga memandangnya sama saja dengan bunga bank. Umat Islam juga banyak yang tidak bisa membedakan antara bunga dan margin murabahah. Umat Islam tidak mengetahui bahwa seluruh ulama ekonomi dunia Islam telah ijma’; tentang keharaman bunga bank. Umat Islam banyak yang tidak mengetahui 25 perbedaan fundamental bank syariah dan bank konvensional, tidak mengetahui 10 prinsip dasar ekonomi Islam yang wajib diketahui setiap muslim. Umat Islam banyak yang tidak tahu dampak bunga terhadap inflasi, investasi, produksi, pengangguran dan kemiskinan. Umat Islam banyak yang tidak tahu secara ilmiah dan rasional mengapa bunga dalam Islam dipandang sebagai dosa terbesar setelah syirik, durhaka pada orang tua dan pelaku bunga kekal dalam neraka (QS.2:275).
Umat Islam banyak yang tidak tahu jika bunga telah membawa penderitaan massal yang menyakitkan bagi kemanusiaan, karena bunga telah menjatuhkan banyak negara ke lembah jeratan hutang yang parah. Karena menerapkan bunga, maka APBN dikuras secara hebat untuk menyumbang lembaga bank (berbasis bunga) lewat obligasi BLBI. Bunga secara signifikan telah menaikkan harga BBM, listrik, telephon. Kenaikan harga-harga barang strategis tersebut dimaksudkan untuk mrenambah income negara bagi biaya APBN. Padahal hampir sepertiga anggaran negara Indonesia untuk mensubsidi/membayar bunga kepada bank-bank konvensional tersebut dan bunga hutang luar negeri.
Belum lagi persoalan akad-akad dalam transaksi muamalah maliyah, semuanya harus dikaji, agar umat Islam tak terjebak kepada perilaku yang batil dalam mencari nafkah. Lebih dari 42 bab bentuk-bentuk akad muamalah yang harus diketahui umat Islam, antara lain, syirkah, ijarah, wadiah, rahn, salam, istisna, kafalah, hawalah, dan sebagainya. Lain lagi akad-akad yang dilarang dalam Islam, seperti gharar, najasy, talaqqi rukban, ihtikar, maysir, ba’i al-’inah, ba’i kali bikali (dain bid dain), dan banyak lagi. Materi ini secara mendasar harus difahami umat Islam. Kalau tidak, mereka akan mudah terperosok kepada perilaku ekonomi yang batil.
Ulama Abdul Sattar, mengatakan, mengetahui hukum ekonomi Islam adalah dharuriyah (kemestian primer/utama) yang tak bisa ditawar. Jika tidak diketahui, maka dikhawatirkan sekali umat Islam akan terperosok kepada praktek kebatilan. Apa yang dicemaskannya itu kini telah terjadi, dimana banyak umat Islam yang telah terperosok ke dalam praktek ribawi. Anehnya mereka tak menyadari bahwa praktek itu paling terkutuk (Banyak hadits Nabi Saw menjelaskan ini) . Bahkan dengan tanpa dasar ilmu ushul fiqh mereka mengatakan bahwa masalah bunga masih khilafiyah. Masya Allah ! Perkara yang telah menjadi ijma’ dikatakan khilafiyah.
Akibat pengabaian kajian muamalah, kini sangat banyak umat yang terjebak kepada arisan berantai yang berkedok MLM (multilevel marketing), karena tidak tahu hukumnya Tidak sedikit pula umat Islam yang bermain spekulasi mata uang (valas) dan saham di pasar modal. Furute trading dan margin trading menjadi kebiasaan umat Islam, seolah tanpa salah dan dosa. Padahal perilaku spekulasi itu sangat dilarang dalam syari’ah.

Kesimpulan
Berdasarkan realita dan fakta di atas, maka mesjid harus kembali difungsikan untuk mencerdaskan umat di bidang muamalah yang selama ini jauh dari kajian-kajian umat Islam. Para nazir mesjid diharapkan melakukan paket-paket kajian muamalah maliyah (ekonomi Islam), agar materi pengajian agama di mesjid tidak pincang, (melulu ibadah mahdhah, munakahat, cerita pahala syorga dan neraka secara sempit). Mengamalkan Islam bukan saja dari aspek ibadah dan aqidah serta akhlak secara sempit, tetapi harus secara kaffah dan komprehensif. Sebagaimana firman Allah, ’Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah. (QS.2: 208). Semoga tulisan ini dapat menyadarkan para nazir mesjid untuk mengundang ustaz yang memahami ekonomi syari’ah sehingga para jamaah bisa memahami dan mengamalkan ekonomi Islam. Kajian ekonomi Islam malah tidak saja mengamalkan secara kaffah dan bernilai ibadah. tetapi juga akan mendukung gerakan kebangkitan kembali peradaban Islam di masa depan.

Rabu, 19 Oktober 2011

Contaoh Surat Lamaran Kerja


Lamongan, 20 Oktober 2011

Hal      : LAMARAN PEKERJAAN
Lamp   : 6 Lembar

Kepada Yth.
Bapak Kepala PT. Bahari Biru  Nusantara (Baruna)
Di tempat


Dengan hormat,

Sehubungan dengan informasi yang saya dapat bahwa perusahaan Bapak sedang membutuhkan karyawan.  Dengan ini saya berminat mengajukan diri saya  bekerja di perusahaan yang Bapak pimpin.

Yang bertanda tangan di bawah ini saya :

Nama                           : KHOIRONI
Tempat tanggal lahir   : Lamongan, 12 Januari 1992
Jenis kelamin               : Laki-laki
Agama                         : Islam
Pendidikan terakhir     : SMA M 09 Sedayulawas
Alamat                        : Ds. Cumpleng RT 04 / RW 11 Kec. Brondong Kab. Lamongan 
No. Hp                        : 081515621101

       Dengan ini saya mengajukan surat lamaran pekerjaan agar kiranya dapat di terima sebagai karyawan khususnya bagian packing.

       Selanjutnya sebagai bahan pertimbangan maka bersama ini saya lampirkan beberapa surat persyaratan sebagai berikut :

1.         Satu lembar darftar riwayat hidup.
2.         Satu lembar fotokopi ijasah SMA.
3.         Satu lembar fotokopi SKCK.
4.         Satu lembar fotokopi surat kesehatan.
5.         Satu lembar fotokopi KTP.
6.         Dua lembar foto berwarna ukuran 4x6.

       Demikian surat lamaran dari saya atas perhatian dan pertimbangannya, saya ucapkan terima kasih.





   Hormat saya




                    ( KHOIRONI)

Sabtu, 15 Oktober 2011

Pengalaman Kerja

Kampoeng Halaman _Que

KRIPTOGRAFI


1. 1 Latar belakang
Berkat perkembangan teknologi yang begitu pesat memungkinkan manusia dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi/data secara jarak jauh. Antar kota antar wilayah antar negara bahkan antar benua bukan merupakan suatu kendala lagi dalam melakukan komunikasi dan pertukaran data. Seiring dengan itu tuntutan akan sekuritas (keamanan) terhadap kerahasiaan informasi yang saling dipertukarkan tersebut semakin meningkat. Begitu banyak pengguna seperti departemen pertahanan, suatu perusahaan atau bahkan individu-individu tidak ingin informasi yang disampaikannya diketahui oleh orang lain atau kompetitornya atau negara lain. Oleh karena itu dikembangkanlah cabang ilmu yang mempelajari tentang cara-cara pengamanan data atau dikenal dengan istilah Kriptografi.

Dalam kriptografi terdapat dua konsep utama yakni enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses dimana informasi/data yang hendak dikirim diubah menjadi bentuk yang hampir tidak dikenali sebagai informasi awalnya dengan menggunakan algoritma tertentu. Dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk tersamar tersebut menjadi informasi awal.

Algoritma kriptografi berdasarkan jenis kunci yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
·         Algoritma simetris
Dimana kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi adalah kunci yang sama
·         Algoritma asimetris
Dimana kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda.

Sedangkan berdasarkan besar data yang diolah dalam satu kali proses, maka algoritma kriptografi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
·         Algoritma block cipher
Yaitu Informasi/data yang hendak dikirim dalam bentuk blok-blok besar (misal 64-bit) dimana blok-blok ini dioperasikan dengan fungsi enkripsi yang sama dan akan menghasilkan informasi rahasia dalam blok-blok yang berukuran sama.

·         Algoritma stream cipher
Informasi/data yang hendak dikirim dioperasikan dalam bentuk blok-blok yang lebih kecil (byte atau bit), biasanya satu karakter persatuan persatuan waktu proses, menggunakan tranformasi enkripsi yang berubah setiap waktu.

Camellia merupakan algoritma kriptografi simetris blok cipher. Dalam Camellia proses enkripsi dan dekripsi dilakukan pada blok data berukuran 128-bit dengan kunci yang dapat berukuran 128-bit, 192-bit, 256-bit. Algoritma Camellia dikembangkan oleh :
  • Kazumaro Aoki (NTT - Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
  • Tetsuya Ichikawa (Mitsubishi electric Corp.)
  • Masayuki Kanda (NTT – Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
  • Mitsuru Matsui (Mitsubishi electric Corp.)
  • Shiho Moriai (NTT – Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
  • Junko Nakajima (Mitsubishi electric Corp.)
  • Toshio Tokita (Mitsubishi electric Corp.)
Dimana versi 1.0 pada bulan Juli 2000, versi 2.0 pada September 2001 dan versi 2.1 pada Febuari 2002.

II         Kriptografi

2. 1 Dasar Kriptografi
2. 1. 1 Teori Kriptografi
Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Menurut Bruce Scheiner dalam bukunya "Applied Cryptography", kriptografi adalah ilmu pengetahuan dan seni menjaga message-message agar tetap aman (secure).
Konsep kriptografi sendiri telah lama digunakan oleh manusia misalnya pada peradaban Mesir dan Romawi walau masih sangat sederhana. Prinsip-prinsip yang mendasari kriptografi yakni:
·         Confidelity (kerahasiaan) yaitu layanan agar isi pesan yang dikirimkan tetap rahasia dan tidak diketahui oleh pihak lain (kecuali pihak pengirim, pihak penerima / pihak-pihak memiliki ijin). Umumnya hal ini dilakukan dengan cara membuat suatu algoritma matematis yang mampu mengubah data hingga menjadi sulit untuk dibaca dan dipahami.
·         Data  integrity (keutuhan data) yaitu layanan yang mampu mengenali/mendeteksi adanya manipulasi (penghapusan, pengubahan atau penambahan) data yang tidak sah (oleh pihak lain).
·         Authentication   (keotentikan)   yaitu   layanan   yang   berhubungan   dengan identifikasi. Baik otentikasi pihak-pihak yang terlibat dalam pengiriman data maupun otentikasi keaslian data/informasi.
·         Non-repudiation (anti-penyangkalan) yaitu layanan yang dapat mencegah suatu pihak untuk menyangkal aksi yang dilakukan sebelumnya (menyangkal bahwa pesan tersebut berasal dirinya).

Berbeda dengan kriptografi klasik yang menitikberatkan kekuatan pada kerahasiaan algoritma yang digunakan (yang artinya apabila algoritma yang digunakan telah diketahui maka pesan sudah jelas "bocor" dan dapat diketahui isinya oleh siapa saja yang mengetahui algoritma tersebut), kriptografi modern lebih menitikberatkan pada kerahasiaan kunci yang digunakan pada algoritma tersebut (oleh pemakainya) sehingga algoritma tersebut dapat saja disebarkan ke kalangan masyarakat tanpa takut kehilangan kerahasiaan bagi para pemakainya.
Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi :
  • Plaintext  (M)  adalah pesan yang hendak  dikirimkan  (berisi  data asli).
  • Ciphertext  (C)  adalah pesan ter-enkrip (tersandi) yang merupakan hasil enkripsi.
  • Enkripsi (fungsi E) adalah proses pengubahan plaintext menjadi ciphertext.
  • Dekripsi (fungsi D) adalah kebalikan dari enkripsi yakni mengubah ciphertext menjadi plaintext, sehingga berupa data awal/asli.
  • Kunci adalah suatu bilangan yang dirahasiakan yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi.

Kriptografi itu sendiri terdiri dari dua proses utama yakni proses enkripsi dan proses dekripsi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, proses enkripsi mengubah plaintext menjadi ciphertext (dengan menggunakan kunci tertentu) sehingga isi informasi pada pesan tersebut sukar dimengerti.

            plaintext                                    ciphertext                                   plaintext

                         

       kunci enkripsi                            kunci dekripsi

Gambar 2.1 Diagram proses enkripsi dan dekripsi
Peranan kunci sangatlah penting dalam proses enkripsi dan dekripsi (disamping pula algoritma yang digunakan) sehingga kerahasiaannya sangatlah penting, apabila kerahasiaannya terbongkar, maka isi dari pesan dapat diketahui.
Secara matematis, proses enkripsi merupakan pengoperasian fungsi E (enkripsi) menggunakan e (kunci enkripsi) pada M (plaintext) sehingga dihasilkan C (ciphertext), notasinya :

Ee(M) – C
Sedangkan untuk proses dekripsi, merupakan pengoperasian fungsi D (dekripsi) menggunakan d (kunci dekripsi) pada C (ciphertext) sehingga dihasilkan M (plaintext), notasinya :

Dd(C) = M
Sehingga dari dua hubungan diatas berlaku :
Dd(Ee(M)) = M




Http.khoirony12.blogspot.com

Belajar Ms. excel

Pengenalan Ms. Excel




 Sistem Kerja Ms. Excel untuk Smp, Sma (sederajat)


A. data tanggal (DATE)




B. Menformat Data Tanggal




C. Data Waktu (Time)




D. Menformat Data Waktu




E. Menghitung Selisih dua waktu




F. Mencari Waktu




G.Sel relatif, Absolut dan semi absolut



    - Diskon




H. Fungsi Statistika




I. Menggunakan Toolbar Auto Sum




,=SUM(number1,number2……})




,= MAX(number1,number2……})




,=MIN(number1,number2……})




,=AVERAGE(number1,number2……})




,=COUNTIF(number1,number2……})




,=COUNT(number1,number2……})




J. Fungsi Matematika




a. SUMIF




b. Fungsi Round




c. Roundup




d.Rounddown




e. Fungsi Rank




L. Fungsi Text (String)




a.Fungsi Left




b. Fungsi Right




c. Fungsi Mid




N. Fungsi Logika IF




Relasi logika yang sering digunakan dalam perhitungan



NO Arti Simbol



1 sama dengan .=



2 lebih besar >



3 lebih kecil <



4 lebih besar atau sama dengan >=



5 lebih kecil atau sama dengan <=



6 tidak sama <>



a. IF(logikal test; True;False)




b. IF(b4=1;"barat";"timur")




c. IF(logical test;true1;IF(logical test;true2;false)


ket : logical test adalah golongan="2a","2b","2c"


d. IF(C4="2a";1000000;IF(C4="2b";1250000;1500000))


O. Fungsi IF dengan Operator AND dan OR



,=IF(AND(Logical test1;Logical test2);true;false)


,=IF(OR(Logical test1;Logical test2);true;false)


P. Logika String




.=IF(left(A4;2)="BQ";"BOURAK";IF(LEFT(A4;2)="GA";"GARUDA";IF(LEFT(A4;2)="MA";MERPATI";MANDALA"
.=IF(MID(A4;3;3)="365";2000000;IF(MID(A4;3;3)="430";2550000;IF(MID(A4;3;3)="245";3000000;3500000)))
,=IF(RIGHT(A4;3)=BLI";"BALI";IF(RIGHT(A4;3)"JKT";"JAKARTA"BANDUNG"))
Q.Fungsi Vlookup, Hlookup dan Choose.